Ketahanan nasional

Tugas4. Kewarganegaraan

Firzarani yohana/10208518

DEFINISI KETAHANAN NASIONAL
Adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara.Berhaislnya pembangunan nasional akan meningkatkan ketahanan nasional.Selanjutnya ketahanan nasional yang tangguh akan lebih mendorong pembangunan nasional.

SIKAP YANG HARUS DIAMBIL OLEH SEORANG PEMUDA TENTANG KETAHANAN NASIONAL DIMASA YANG AKAN DATANG

1. Mewujudkan seluruh kepulauan nusantara
2. Kita harus bisa dan kuat membangun budaya pangan baru
3. Mempertahankan bahasa indonesia
4. Mewujudkan kerukunan umat islam melalui wadah politik
5. Meningkatkan kondisi mental yang dilakukan melalui pendidikan umum
6. Penyusunan dan perencanaan hukum nasional harus dilakukan secara terpadu
7. pemberdayaan generasi muda

DAFTAR PUSTAKA

1. Buletin litbang.dephan.go.id
2. Masadmasrur.blog.co.uk
3. Community.gunadarma.ac.id

NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Tugas 3 P.kewarganegaraan

Firzarani yohana/10208518

  Etimologi

Kata “Indonesia” berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti “pulau”.[5] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.[6] Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk “Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu”.[7] Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.[8] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).[9] Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.[9] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.[6

  Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[4] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

 Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, Bhinneka tunggal ika (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Sejarah

  Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki “Manusia Jawa“, menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.[10] Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.[11] Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM,[12] menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad.[13] Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.[14]

 Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan.[15] Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut “Zaman Keemasan” dalam sejarah Indonesia.[16]

 Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15.[17] Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel.[18] Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika,[19] yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda. 

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. 

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka. 

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai ‘aksi kepolisian’ (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer.[20] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri. 

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (“Konfrontasi“),[21] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialiskomunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil “Mafia Berkeley“.[22] Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia[23] diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

               Sistem pemerintahan

         Sistem berarti suatu keseluruhan yang terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai hubungan fungsional.

Pemerintahan dalam arti luas adalah pemerintah/ lembaga-lembaga Negara yang menjalankan segala tugas pemerintah baik sebagai lembaga eksekutif, legislative maupun yudikatif.

# Pengelompokkan system pemerintahan:

  1. system pemerintahan Presidensial

merupakan system pemerintahan di mana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintah tidak bertanggung jawab kepada parlemen (legislative). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan.

Contoh Negara: AS, Pakistan, Argentina, Filiphina, Indonesia.

Ciri-ciri system pemerintahan Presidensial:

1. Pemerintahan Presidensial didasarkan pada prinsip pemisahan kekuasaan.

2. Eksekutif tidak mempunyai kekuasaan untuk menyatu dengan Legislatif.

3. Kabinet bertanggung jawab kepada presiden.

4. eksekutif dipilih melalui pemilu.

        2. system pemerintahan Parlementer

merupakan suatu system pemerintahan di mana pemerintah (eksekutif) bertanggung jawab kepada parlemen. Dalam system pemerintahan ini, parlemen mempunyai kekuasaan yang besar dan mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap eksekutif. Menteri dan perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen.

Contoh Negara: Kerajaan Inggris, Belanda, India, Australia, Malaysia.

Ciri-ciri dan syarat system pemerintahan Parlementer:

a.Pemerintahan Parlementer didasarkan pada prinsip pembagian kekuasaan.

b. Adanya tanggung jawab yang saling menguntungkan antara legislatif dengan eksekutif, dan antara presiden dan kabinet.

c.  Eksekutif dipilih oleh kepala pemerintahan dengan persetujuan legislatif.

           3.system pemerintahan Campuran

dalam system pemerintahan ini diambil hal-hal yang terbaik dari system pemerintahan Presidensial dan system pemerintahan Parlemen. Selain memiliki presiden sebagai kepala Negara, juga memiliki perdana menteri sebagai kepala pemerintahan.

Contoh Negara: Perancis.

# Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Negara Indonesia

  1. Tahun 1945 – 1949

Terjadi penyimpangan dari ketentuan UUD ’45 antara lain:

  1.  
    1. Berubah fungsi komite nasional Indonesia pusat dari pembantu presiden menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN yang merupakan wewenang MPR.
    2. Terjadinya perubahan sistem kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer berdasarkan usul BP – KNIP.
  2. Tahun 1949 – 1950

Didasarkan pada konstitusi RIS. Pemerintahan yang diterapkan saat itu adalah system parlementer cabinet semu (Quasy Parlementary). Sistem Pemerintahan yang dianut pada masa konstitusi RIS bukan cabinet parlementer murni karena dalam system parlementer murni, parlemen mempunyai kedudukan yang sangat menentukan terhadap kekuasaan pemerintah.

  1. Tahun 1950 – 1959

Landasannya adalah UUD ’50 pengganti konstitusi RIS ’49. Sistem Pemerintahan yang dianut adalah parlementer cabinet dengan demokrasi liberal yang masih bersifat semu. Ciri-ciri:

  1.  
    1. presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat.
    2. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintahan.
    3. Presiden berhak membubarkan DPR.
    4. Perdana Menteri diangkat oleh Presiden.
  2. Tahun 1959 – 1966 (Demokrasi Terpimpin)

Presiden mempunyai kekuasaan mutlak dan dijadikannya alat untuk melenyapkan kekuasaan-kekuasaan yang menghalanginya sehingga nasib parpol ditentukan oleh presiden (10 parpol yang diakui). Tidak ada kebebasan mengeluarkan pendapat.

  1. Tahun 1966 – 1998

Orde baru pimpinan Soeharto lahir dengan tekad untuk melakukan koreksi terpimpin pada era orde lama. Namun lama kelamaan banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Soeharto mundur pada 21 Mei ’98.

  1. Tahun 1998 – Sekarang (Reformasi)

Pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi telah banyak memberikan ruang gerak pada parpol maupun DPR untuk mengawasi pemerintah secara kritis dan dibenarkan untuk unjuk rasa.

# Sistem Pemerintahan menurut UUD ’45 sebelum diamandemen:

1. Kekuasaan tertinggi diberikan rakyat kepada MPR.

2.  DPR sebagai pembuat UU.

3. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan.

4.  DPA sebagai pemberi saran kepada pemerintahan.

5.  MA sebagai lembaga pengadilan dan penguji aturan.

6.  BPK pengaudit keuangan.

# Sistem Pemerintahan setelah amandemen (1999 – 2002)

a.  MPR bukan lembaga tertinggi lagi.

b.  Komposisi MPR terdiri atas seluruh anggota DPR ditambah DPD yang dipilih oleh rakyat.

c.  Presiden dan wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat.

d.  Presiden tidak dapat membubarkan DPR.

e.  Kekuasaan Legislatif lebih dominan.

# Perbandingan SisPem Indonesia dengan SisPem Negara Lain

Berdasarkan penjelasan UUD ’45, Indonesia menganut sistem Presidensia. Tapi dalam praktiknya banyak elemen-elemen Sistem Pemerintahan Parlementer. Jadi dapat dikatakan Sistem Pemerintahan Indonesia adalah perpaduan antara Presidensial dan Parlementer.

# kelebihan Sistem Pemerintahan Indonesia

1.  Presiden dan menteri selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan DPR.

2.  Pemerintah punya waktu untuk menjalankan programnya dengan tidak dibayangi krisis kabinet.

3.  Presiden tidak dapat memberlakukan dan atau membubarkan DPR.

# Kelemahan Sistem Pemerintahan Indonesia

a.  Ada kecenderungan terlalu kuatnya otoritas dan konsentrasi kekuasaan di tangan Presiden.

b.  Sering terjadinya pergantian para pejabat karena adanya hak perogatif presiden.

c.  Pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh.

d.  Pengaruh rakyat terhadap kebijaksanaan politik kurang mendapat perhatian.

# Perbedaan Sistem Pemerintahan Indonesia dan Sistem Pemerintahan Malaysia

  1. Badan Eksekutif

Badan Eksekutif Malaysia terletak pada Perdana Menteri sebagai penggerak pemerintahan negara.

Badan Eksekutif Indonesia terletak pada Presiden yang mempunyai 2 kedudukan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

2.  Badan Legislatif

Di Malaysia ada 2 Dewan Utama dalam badan perundangan yaitu Dewan Negara dan Dewan Rakyat yang perannyan membuat undang-undang.

Di Indonesia berada di tangan DPR yang perannya membuat undang-undang dengan persetujuan Presiden tak kunjung terpecahkan.

kesimpulan : jadi sistem pemerintahan diindonesia ada tiga yaitu : 1.sistem pemerintahan presidensial,sistem pemerintahan parlementer,sistem peerintahan campuran.

sumber : buku kewarganegaraan..

Beberapa Difinisi tentang Hak Azasi Manusia

Tugas2 P.Kewarganegaraan ( Hak Azasi Manusia )

Firzarani yohana / 10208518

        Menurut Prof.Darji Darmodiharjo,S.H,mengatakan:

                  Hak-hak azasi manusia adalah hak-hak dasar atau hak-hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.hak-hak azasi itu menjadi dari hak kewajiban-kewajiban yang lain.

Sejarah Hak Azasi Manusia

       HAM Pengertian dari bahasa Prancis yaitu Droits de L’homme

      HAM Pengertian dari bahasa inggris yaitu Human Rights

      HAM pengertian dari bahasa belanda yaitu Mensen Rechten

PENYEBAB PENGUASA

–        Pemerintah

–         otoriter

–        Penjajah

–        Perbudakan

–        Kelaliman ketidak adilan

Akibat : –

–  Rakyat berjuang menyatakan keberadaannya sebagai mahluk bermartabat/akal

–        Rakyat sadar akan HAM

–        Gerakan

           1.    Sejarah Perkembangan Hak Azasi Manusia

                    Sejarah perkembangan hak azasi manusia sebenarnya muncul karena keinsyafan manusia terhadap harga diri, harkat dan martabat kemanusiaannya,sebagai akibatnya tindakan sewenang-wenang dari penguasa, penjajahan, perbudakan,ketidakadilan dan kelaliman (tirani) yang hampir melanda seluruh umat manusia.

               2.   Hak Azasi Manusia di Indonesia

                     Berakhirnya Perang Dunia II dan  kemerdekaan Indonesia oleh Proklamator Bun karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 : Hak azasi manusia sengaja dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945 : Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa,oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

   Bentuk dan sifat HAM dalam UUD 1945

             Pengakuan dan perlindungan HAM dalam UUD 1945 dapat dilihat dari tiga segi yaitu :

  1. Sebagai alat control dan keseimbangan yang merupakan salah satu fungsi UUD 1945.
  2. Nilai-nilai yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
  3. Pasal-pasal yang secara langsung memuat tentang hak-hak azasi manusia (HAM).

 Dengan adanya sistem kontrol dan keseimbangan dalam pemerintahan di Indonesia, diharapkan para pemegang kekuasaan negara dalam menjalankan tugasnya tidaklah melepaskan diri dari mana aplikasi pelaksanaan hukum lebih sering diwujudkan dalam bentuk perundang-undangan,karena dianggap lebih kuat,dengan sebab adanya keterlibatan pihak penguasaan.Oleh sebeb itu, perlu dibentuk suatu negara akan menjamin HAM,yaitu Negara Hukum. Negara bisa dikatakan sebagai negara hukum,biasanya mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Pengakuan dan perlindungan HAM yang mengandung persamaan dalam bidang politik,hukum,sosial,ekonomi,dan kebudayaan.
  2. Peradilan yang bebas dan tidak memihak serta tidak dipengaruhi oleh sesuatu kekuasaan atau kekuasaan apapun juga.
  3. Legalitas dalam artian segala bentuknya.

              Menetapkan : A. Undang – undang Tentang Hak Azasi Manusia

  1. Hak Azasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihormati,dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara,hukum,pemerintahan,dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
  2. Kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan,tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak azasi manusia.
  3. Diskriminasi adalah setiap pembatasan,pelecahan, atau pengucilan yang langsung ataupan tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama,suku,ras,etnik,kelompok,golongan status sosial,dan aspek kehidupan lainnya.
  4. Pelanggaran hak azasi manusia adalah perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat  negara baik disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi,atau mencabut hak azasi manusia seseorang atau kelompok orang yang menjamin oleh undang-undang ini berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
  5. Komisi Nasional Hak Azasi Manusia yang selanjutnya disebut KOMNAS HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga Negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian,penelitian,dan mediasi hak azasi manusia.

PASAL 75

Komnas HAM bertujuan untuk :

  1. Mengembangkan kondisi yang kondusif  bagi pelaksanaan hak azasi manusia sesuai dengan Pancasila,Undang-undang Dasar 1945,dan Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa serta Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia.
  2. Meningkatkan perlindungan dan penegakan hak azasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan.

PASAL 104

Pengadilan Hak Azasi Manusia

  1. Untuk mengadili pelanggaran hak azasi manusia yang berat dibentuk Pengadilan Hak Azasi Manusia di lingkungan Peradilan umum.

 PASAL 105

Ketentuan peralihan:

  1. Segala ketentuan mengenai hak azasi manusia yang diatur dalam peraturan perundang-undangan lain dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak diatur dengan Undang-undang.
  2. Pada saat berlakunya Undang-undang ini:
    1. Komnas HAM yang dibentuk berdasarkan Keputusan  Presiden Nomor 50 Tahun 1993 tentang Komnas HAM dinyatakan sebagai komnas HAM menurut undang-undang ini.
    2. Ketua,Wakil ketua, dan anggota Komnas HAM masih tetap menjalankan fungsi,tugas,dan wewenangnya,berdasarkan undang-undang ini sampai ditetapkan keanggotaannya Komnas HAM yang baru.
    3. Semua permasalahan yang sedang ditangani komnas HAM tetap dilanjutkan penyelesaiannya berdasarkan undang-undang ini.

                        Macam-macam Hak Azasi

        Dapat dibagi dan dibedakan :

  1. Hak-hak azasi pribadi (personal right),yang meliputi :

–   Kebebasan menyatakan pendapat

–   Kebebasan memeluk agama

–   Kebebasan bergerak dan sebagainya.

2. Hak-hak Azasi ekonomi (properti right),yang meliputi :

        –  Hak memiliki sesuatu

        –  Hak membeli dan menjual

        –  Hak memanfaatkannya

3. Hak-hak azasi untuk mendapat perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (rightof legal equality).

4. Hak-hak azasi politik (political right) yakni hak untuk ikut serta dalam pemerintahan,hak pilih (memilih dan dipilih dalam pemilihan umum),hak mendirikan partai politik dan sebagainya.

5. Hak-hak azasi sosial dan kebudayaan (social and culture rights), seperti hak untuk memilih pendidikan,mengembangkan kebudayaan dan sebagainya.

6. Hak-hak azasi untuk mendapat perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan (procedural right),misal : Peraturan dalam penangkapan,penggeledahan,peradilan dan sebagainya.

kesimpulan : Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan.HAM Berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia,

sumber : Buku PPKN penerbit erlangga,buku

Pengertian penduduk

Tugas1P.kewarganegaraan

Firzarani yohana

10208518

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.

Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonmi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.

Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.

Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

Kesimpulan: jadi,penduduk ialah orang yang secara hukum berhak tinggal didaerah tersebut dengan kata lain orang  yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disana.

Pengertian dari kewarganegaraan

Tugas1 P.kewarganegaraan

Firzarani yohana

10208518

Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya. Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan (citizenship). Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya. Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan (nationality). Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Kesimpulan : Jadi,Warganegara adalah individu yang memiliki hukum dari suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan undang-undang

Pengertian dan Arti Hakikat Bangsa menurut beberapa ahli

Tugas 1 P.Kewarganegaraan

Firzarani yohana/10208518

Bangsa (nation) atau nasional,nasionalitas atau kebangsaan,nasionalisme atau paham kebangsaan,semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan. Sehingga para pakar dibidang Politik,Sosiologi,dan Antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut selain istilah bangsa,dalam bangsa indonesia,kita juga menggunakan istilah nasional,nasionalisme yang diturunkan dari kata asing “nation”yang bersinonim dengan kata bangsa tidak ada rumusan ilmiah yang bisa dirancang untuk mendefinisikan istilah bangsa secara objektif,tetapi fenomena kebangsaan tetap aktual hingga saat ini.

Dalam kamus ilmu politik dijumpai istilah bangsa,yaitu “natie”dan “nation” artinya masyarakat yang bentuknya diwujudkan oleh sejarah yang memiliki unsur sebagai berikut :

  1. Satu kesatuan bangsa ;
  2. Satu kesatuan daerah ;
  3. Satu kesatuan ekonomi ;
  4. Satu kesatuan hubungan ekonomi ;
  5. Satu kesatuan jiwa yang terlukis dalm kesatuan budaya.

Istilah natie (nation) mulai populer sekitar tahun 1835 dan sering diperdebatkan,dipertanyakan apakah yang dimaksud dengan bangsa? sehingga melahirkan berbagai teori tentang bangsa sebagai berikut :

  1. Teori Ernest Renan

Pembahasan mengenai pengertian bangsa dikemukakan pertama kali oleh Ernest Renan Tanggal 11 Maret 1882,yang dimaksud dengan bangsa adalah jiwa,suatu asa kerohanian yang timbul dari : (1). Kemuliaan bersama di waktu lampau, yang merupakan aspek historis. (2). Keinginan untuk hidup bersama ( le desir de vivre ensemble) di wktu sekarang yang merupakan aspek solidaritas,dalam bentuk dan besarnya tetap mempergunakan warisan masa lampau,baik untuk kini dan yang akan datang.

Dasar dari suatu paham kebangsaan yang menjadi bekal bgai berdirinya suatu bangsa ialah suatu kejayaan bersama di zaman yang lampau dimilikinya orang-orang besar dan diperolehnya kemenangan-kemenangan,sebab penderitaan itu menimbulkan kewajiban-kewajiban,yang selanjutnya mendorong kearah adanya usaha bersama.Lebih lanjut Ernest Renan mengatakan bahwa hal penting merupakan syarat mutlak adanya bangsa adalah plebisit,yaitu suatu hal yang memerlukan persetujuan bersama pada waktu sekarang yang mengandung hasrat untuk mau hidup bersama dengan kesediaan memberikan pengorbanan-pengorbanan.Bila warga bangsa bersedia memberikan pengorbanan bagi eksistensi bangsanya maka bangsa tersebut tetap bersatu dalam kelangsungan hidupnya.

Titik pangkal dari teori Ernest Renan adalah pada kesadaran moral (conscience morale), tori ini dapat digolongkan pada Teori kehendak,berbeda dengan teori kebudayaan (cultuurnatie theorie) yang meyatakan bahwa bangsa merupakan perwujudan persamaan kebudayaan: persamaan bahasa,agama,dan keturunan.Berbeda juga dengan teori kenegaraan (staatsnatie theorie) yang menyatakan bahwa bangsa dan ras kebangsaan timbul karena persamaan negara. menurut Teori Ernest Renan, jiwa, rasa,dan kehendak merupakan suatu faktor subjektif tidak dapat diukur dengan faktor-faktor objektif Faktor agama, bahasa, dan sejenisnya hanya dapat dianggap sebagai faktor pendorong dan bukan merupakan faktor pembentuk (consttuief element) dari bangsa karena merupakan plebisit yang diulangi terus-menerus,maka bangsa dan rasa kebangsaan tidak dapat dibatasi secra teritorial sebab daerah suatu bangsa bukan merupakan sesuatu yang statis,tapi dapat berubah-ubah secara dinamis,sesuai dengan jalannya sejarah bangsa itu sendiri.

Teori Renan tentang nation (waktu itu masih di gunakan kata bangsa) dianut dan secara langsung sebagai tokoh teori nasionalisme menegaskan suatu negara hanya ada karena adanya kemauan bersama. Kemauan bersama diperlukan supaya semua daerah dari satu negara akan mempunyai pengaruh dalam komunitas dunia. Dari konsep nasionalisme Ernest Renan pada masa itu telah membangkitkan rasa nasionalisme kelompok mahasiswa dan cendekiawan-cendekiawan indonesia pada tahun 1920-an sepeti himpunan indonesia,Indonesische studieclub, dan algemeene studieclub yang merupakan pembentukan dan penyebar nasionalisme indonesia serta memberi orientasi bagi perjuangan bangsa terjajah di wilyah Hindia Belanda dalam rangka membebaskan diri dari cengkeraman penjajah Belanda,yang kemudian lazim disebut awal gerakan kebangkitan nasional. Teori Renan mengatakan bahwa etniksitis tidak diperlukan untuk kebangkitan nasionalisme,jadi nasionalisme bisa jadi dalam suatu komunitas yang multi etnis, persatuan agama juga tidak diperlukan untuk kebangkitan nasionalisme,persatuan bahasa mempermudah perkembangan nasionalisme tetapi tidak mutlak diperlukan untuk kebangkitan nasionalisme. Dalam hal nasionalisme,syarat yang mutlak dan utama adalah adanya kemauan dan tekad bersama.

2. Teori Otto Bauer

Persoalan : was ist eine nation, dijawab oleh Otto Bauer adalah eine nation ist aus schicksalameinschaft erwachsene charaktergemeinschaft (suatu bangsa ialah suatu masyarakat ketertiban yang muncul dari masyarakat yang senasib) atau bangsa adalah suatu kesamaan perangai yang timbul karena senasib.

3. Teori Rudolf kjellen

Rudolf kjellen membuat suatu analogi/membandingkan bangsa dengan suatu organisme biotis dan menyamakan jiwa bangsa dengan nafsu hidup dari organisme termaksud. Suatu bangsa mempunyai dorongan kehendak untuk hidup,mempertahankan dirinya dan kehendak untuk berkuasa

suatu bangsa dianggap ada,apabila mulai sadar sebagai suatu bangsa jika para warganya bersumpah pada dirinya, seperti telah dilakukan oleh bangsa swiss waktu mendirikan persekutuannya : wir wollen sein ein einzig vok von brudern (kita ingin menjadi satu rakyat yang saudara satu sama lainnya), sepeti juga yang dilakukan oleh pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 untuk pertama kalinya pemuda Indonesia memproklamasikan kesatua indonesia secara kultural dan politik dalam 3(tiga)  konsep : satu tanah air,Indonesia ; satu bangsa, Indonesia ; dan satu bahasa, Indonesia, hal ini merupakan modal sosial (social capital) penting  bagi perjalanan sejarah masyarakat Indonesia karena pada peristiwa itu untuk pertama kalinya konsep jati diri (identity) sebagai “bangsa”(nation) dengan konsep Indonesia sebagai sebagai pemersatu keragaman masyarakat Indonesia dinyatakan secra tegas,jelas, dan berani. Sumpah Pemuda merupakan tekad generasi muda tersebut pada dasarnya menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan suku bangsa, ras, agama,dan kebudayaan yang berasal dari berbagai penjuru. Melalui ikrarnya itu, mereka menyatukan derap langkah dan gerak maju menuju kepada kehidupan kebangsaan Indonesia yang berlandaskan pada asas kesatuan dan persatuan.

Suatu bangsa yang menjelma membentuk suatu negara,maka ia dapat memperoleh isi rohani yang lebih tinggi yang semula tidak dipunyainya. Hal ini merupakan isi dari asas kebangsaan dan sekaligus cita-citanya yang terakhir yang pernah menggemparkan setiap zaman. Suatu bangsa baru akan dianggap sempurna, apabila batas-batasnya sudah sama dengan batas-batas negaranya. Dengan demikian kesadaran berkebangsaan dan sekaligus memiliki kebudayaan yang sama yang merupakan identitasnya. Kesatuan yang utuh dalam segala aspek kehidupan, selalu diusahakan secara terus-menerus. Menurut Rudolf Kjellen dibalik suatu bahasa terdapat suatu kebangsaan. Dengan demikian bahasa bukan merupakan sebab, tetapi akibat dari kebangsaan,teori ini disebut dengan teori Lebenssehnsucht (nafsu hidup bangsa).

Bangsa adalah Suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, idelogi, budaya dan atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama. Konsep bahwa semua manusia dibagi menjadi kelompok-kelompok bangsa ini merupakan salah satu doktrin( tentang perang yang sah adalah upaya untuk membedakan antara cara-cara yang dapat dibenarkan dengan yang tidak dapat dibenarkan).  paling berpengaruh dalam sejarah. Doktrin ini merupakan doktrin etika dan filsafat, dan merupakan awal dari ideologi nasionalisme.

Kesimpulan : Jadi menurut ke 3 Para ahli bangsa adalah Suatu kelompok manusia  merupakan aspek solidaritas dalam bentuk dan besarnya tetap menggunakan warisan masa lampau baik untuk kini dan yang akan datang.

Pengertian tentang Negara

Tugas1 P.kewarganegaraan

Firzarani yohana/10208518

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik,militer,ekonomi,sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintah yang berada di wilayah tersebut.

Negara adalah pengorganisasian yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut,dengan sejumlah orang ynag menerima keadaan organisasi ini.syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada.Hal ini adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan,yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.

Pengertian Negara menurut para ahli

Georg Wilhelm Friedrich Hegel

Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.

Roelof Krannenburg

Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri.

Prof.Mr.Soenarko

Negara Ialah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu,dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya  sebagai sebuah kedaulatan .

Keberadaan Negara

Keberadaan negara sebagai organisasi secara umum adalah untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya keingin bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai konstitusi termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara,sebagai dokumen yang mencantumkan cita-cita bersama,maksud didirikannya negara konstitusi merupakan dokumen hukum tertinggi pada suatiu negara.Karenanya dia juga mengatur bagaimana negara dikelola konstitusi di Indonesia disebut sebagai undang-undang dasar.

Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara demokratis,bentuk dalm kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik yakni pelayanan yang diberikan negara pada rakyat.Terutama sesungguhnya adalah bagaimana negara memberi pelayanan kepada rakyat secara keseluruhan,fungsi pelayanan paling dasar adalah pemberian rasa aman.Negara menjalankan fungsi pelayanan keamanan bagi seluruh rakyat bila semua rakyat merasa bahwa tidak ada ancaman dalam kehidupannya.Dalam pengembangannya banyak negara memiliki kerajang layanan yang berbeda bagi warganya.

Berbagai keputusan harus dilakukan untuk mengikat seluruh warga negara,atau hukum,baik yang merupakan penjabara atas hal-hal yang tidak jelas dalam konstitusi maupun untuk menyesuaikan terhadap perkembangan zaman atau keinginan masyarakat,semua kebijakan ini tercantum dalam suatu undang-undang.Pengambilan keputusan dalam proses pembentukan undang-undang haruslah di lakukan secara demokratis,yakni menghormati hak tiap orang untuk terlibat dalam pembuatan keputusan yang akan mengikat mereka itu.

Kesimpulan : Jadi, dari ke 3 para peneliti negara adalah suatu organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal,karena kehendak dari suatu golongan atau bangsa sendiri.

Tugas Ekonomi Koperasi

Tanggal: 31 Desember 2009

PILIHAN GANDA

1. B. Konsep Koperasi Barat
2. A. Pengembangan usaha koperasi dalam hal investasi, inovasi dan pengembangan SDM
3. C. Aliran Yardstick
4. C. Aliran Commonwealth
5. C. Menurut Mohammad Hatta
6. A. Aktivitas koperasi bertujuan ekonomi
7. A. UU No. 25 Tahun 1992 pasal 3
8. B. Sebagai wahana untuk mewujudkan kepemilikan kolektif sarana produksi dan untuk mencapai tujuan sosial politik
9. C. Kerjasama antar koperasi
10. A. UU No. 25 Tahun 1992 pasal 22
11. B. Mengangkat dan memberhentikan pengelola
12. C. Kegiatan koperasi bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan
13. D. Berita Negara Republik Indonesia
14. B. Pengelola
15. D. Jasa usaha anggota dan jasa usaha bukan anggota
16. D. UU No. 25 Tahun 1992 Pasal 46
17. D. 5 tahun
18. A. Modal sendiri dan modal pinjaman
19. B. Teknologi dan sumber daya yang digunakan
20. D. Benar Semua

ESSAY

1. Jenis-jenis Konsep Koperasi :

Konsep Koperasi Barat merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi. Adapun unsur-unsur positif dalam Konsep Koperasi Barat antara lain :

* Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antarsesama anggota, dgn saling membantu dan saling menguntungkan

* Setiap individu dgn tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan menanggung risiko bersama

* Hasil berupa surplus atau keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati

* Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan koperasi

Konsep Koperasi Sosialis adalah koperasi yang direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah yang memiliki tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Dan menurut konsepnya, koperasi ini tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan sistem sosialis-komunis.

Konsep Koperasi Negara Berkembang adalah koperasi yang sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.

2. Diketahui laporan pertanggung jawaban pengurus Koperasi “Ahimsa” tahun 2005 adalah sebagai berikut :

Selain itu diperoleh data simpanan anggota dan volume usaha per anggota adalah sebagai berikut : (dalam 000)

Jawab:

Cadangan = 323.000

Simpanan Anggota (Sa) :

1. Ahimsa = 2.750
2. Annisa = 3.250
3. Rizky = 2.250

Total Modal Simpanan (TMS) = 125.800

Volume Usaha Anggota (Va) :

1. Ahimsa = 25.250
2. Annisa = 20.575
3. Rizky = 15.750

Total Volume Usaha Anggota (TVA) = 579.950

Jasa Usaha Anggota (JUA)

= 75% x 323.00

= 242.250

Jasa Modal Anggota (JMA)

= 25% x 323.000

= 80.750

a) SHU Usaha Ahimsa

= Va / TVA (JUA)

= 25.250 / 579.950 (242.250)

= 10.547,138

SHU Modal Ahimsa

= Sa / TMS (JMA)

= 2.750 / 125.800 (80.750)

= 1.765,203

SHU Ahimsa

= 10.547,138 + 1.765,203 (1000)

= 12.312.341

b) SHU Usaha Annisa

= Va / TVA (JUA)

= 20.575 / 579.950 (242.250)

= 8.594,351

SHU Modal Annisa

= Sa / TMS (JMA)

= 3.250 / 125.800 (80.750)

= 2.086,149

SHU Annisa

= 8.594,351 + 2.086,149 (1000)

= 10.680.500

c) SHU Usaha Rizky

= Va / TVA (JUA)

= 15.750/ 579.950 (242.250)

= 6.578,908

SHU Modal Rizky

= Sa / TMS (JMA)

= 2.250 / 125.800 (80.750)

= 1.444,257

SHU Rizky

= 6.578,908 + 1.444,257 (1000)

= 8.023.165

Harga Gula Melambung, Pemerintah Gelar Pasar Murah

Selasa, 29 Desember 2009 | 12.00WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah bakal menggelar pasar murah untuk menekan harga gula yang terus melambung sepanjang libur Hari Raya Natal 2009 dan Tahun Baru 2010 ini.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krishnamurthi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

“Segera akan kami lakukan pasar murah seminggu, dua minggu,”

Bayu mengatakan, pasar murah ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kurang mampu. Dalam pasar murah itu nantinya akan disasar sebanyak 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS). Setiap RTS berhak membeli 1 hingga 2 kilogram dalam setiap pembelian. Pelaksanaan pasar murah untuk gula akan dilakukan oleh Perum Bulog.

“Kami akan mulai dulu di beberapa kota, sasarannya masyarakat berpendapatan rendah,”

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/28/18153628/harga.gula.melambung.pemerintah.gelar.pasar.murah

Ekonomi Bisa Tumbuh Lebih Tinggi

Selasa, 10 November 2009 |11.20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama lima tahun ke depan bisa mencapai 6,3-6,8 persen per tahun. Pertumbuhan sebesar itu lebih tinggi dari perkiraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono yang disampaikan saat kampanye sebesar 6-6,5 persen per tahun.

”Itu dimungkinkan karena beberapa waktu terakhir terjadi perbaikan ekonomi global yang memungkinkan ekspor Indonesia tumbuh positif,” ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana di sela-sela Rapat Kerja Penyusunan Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga Tahun 2010-2014 di Jakarta, Senin (9/11).

Berdasarkan kondisi itu, kata Armida, pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di atas 7 persen. ”Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2014 minimal 7 persen,” katanya.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi itu, Bappenas memperkirakan anggaran belanja negara dalam APBN periode 2010-2014 akan meningkat rata-rata 7 persen per tahun.

Hal ini dipicu oleh tingginya kebutuhan investasi pemerintah dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Atas dasar itu, anggaran belanja negara dalam APBN 2014 diharapkan mencapai Rp 1.700 triliun sehingga target pertumbuhan ekonomi 7 persen bisa dicapai.

”Saat ini anggaran belanja negara di APBN sudah Rp 1.000 triliun lebih. Jika pertumbuhan belanja 7 persen, akhir tahun 2014 belanja negara sudah akan mencapai Rp 1.700 triliun,” ujar Sekretaris Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Syahrial Loetan.

Kebutuhan investasi

Menurut Syahrial, dengan anggaran belanja negara sebesar itu, pemerintah belum mampu menutup semua kebutuhan investasi yang diperlukan dalam mendorong perekonomian tumbuh 7 persen pada 2014. Hal tersebut disebabkan sebagian dari anggaran belanja itu digunakan untuk kebutuhan di luar investasi, seperti pembayaran gaji pegawai.

Total kebutuhan investasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 7 persen adalah Rp 2.000 triliun hingga Rp 2.100 triliun per tahun.

”Sebesar 82-83 persen dari kebutuhan investasi itu harus dipasok oleh swasta, sedangkan pemerintah hanya bisa menutup sekitar 15 persennya. Atas dasar itu, sangat penting artinya agar iklim investasi dan kepastian usaha bisa membuat pelaku usaha terus menanamkan modalnya di Indonesia,” ungkapnya.

Ekonom Sustainable Development Indonesia, Dradjad H Wibowo, mengatakan, jika kenaikan nominal anggaran belanja negara mencapai 7 persen, sementara inflasinya juga pada level yang sama, belanja negara tidak meningkat secara riil karena tergerus kenaikan harga.

Namun, kenaikan anggaran belanja riil diperkirakan 1-2 persen setahun karena laju inflasinya diperhitungkan akan ada pada level 5-6 persen setiap tahun.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/10/04480592/ekonomi.bisa.tumbuh.lebih.tinggi

« Older entries