Rupiah Tunggu The Fed dan BI

Selasa, 3 November 2009 | 09.30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com –  Membuka hari ini, rupiah kembali merosot ke kisaran Rp 9.600 per dollar AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah kemarin melemah 0,68 persen ke Rp 9.610 per dollar AS. Sementara merujuk data Bloomberg hingga pukul 20.45 WIB kemarin, harga dollar AS setara Rp 9.560.

Data inflasi Oktober yang hanya 0,19 persen ternyata tak mampu mengangkat nilai tukar rupiah. Rupanya, faktor regional, seperti penurunan harga saham, lebih mempengaruhi pergerakan kurs rupiah. Selain itu, investor masih terus melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah rupiah menguat kencang pada pekan lalu.

Menurut analisa, pekan ini merupakan masa sensitif bagi rupiah. “Dalam satu minggu ini, ada keputusan moneter yang akan diambil di dalam dan di luar negeri,” ujar Frans Darwin Sinurat, Dealer Valas Bank Mutiara.

Keputusan yang dimaksud Frans adalah keputusan BI dan Bank Sentral AS (Federal Reserve) mengenai suku bunga acuannya.

Kepala Bank International Indonesia (BII) Juniman berkeyakinan, Fed dan BI akan sama-sama mempertahankan tingkat bunga acuannya. Faktor ini akan mendorong kembali penguatan rupiah. “Pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diperkirakan mencapai 4 persen juga menjadi daya tarik tersendiri bagi rupiah,” imbuhnya.

Juniman menduga, rupiah hari ini akan bergerak antara Rp 9.500-Rp 9.600 per dollar AS. Sedangkan Frans melihat, rupiah masih rentan koreksi. Ia mematok rupiah bergerak di kisaran Rp 9.530-Rp 9.630 per dollar AS.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/03/08441992/rupiah.tunggu.the.fed.dan.bi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: